Bersulang

heineken-ignite

Entah apa yang membuatmu menggedor pintu rumahku seperti orang kesurupan –tetapi terdengar di telingaku seperti mencakar sambil memukul, kemudian menyeruak masuk layaknya polisi menggerebek markas teroris. Untunglah tetangga tidak ada yang melihat dan curiga. Perbuatanmu yang tidak memikirkan norma kesopanan itu membuat daun pintu mengecup keningku dengan keras dan tiba-tiba.

Continue reading

Advertisements

Merpati Terbaik

5f18feb5ac87c43171bf2b63bce201c3

Hari terakhir bulan Juni sore hari.

Aku berlari –berharap bisa menyamai kecepatan cahaya, tapi tentu saja itu tidak mungkin– melintasi trotoar yang sepi, menginjak daun-daun kering yang ikhlas meninggalkan ranting, menutupi pinggiran jalan. Aku tidak mempunyai cukup kesabaran berpacu dengan waktu.

Aku harus segera sampai, merpatiku pulang..

Continue reading

Dua Sisi, Satu Pertanyaan

Screen Shot 2016-05-21 at 02.25.28

source: Tumblr

Pertanyaan ini mungkin tidak akan pernah tersampaikan kepadamu, sebab aku sendiri tidak paham terhadap apa yang pikiranku jelaskan. Aku pun takut kamu tidak dapat memahami pertanyaan ini. Tentang kamu. Mungkin hanya aku yang merasakannya. Atau, boleh jadi aku tidak sendiri dan justru banyak orang yang juga merasa demikian. Itu berarti semakin kuat kepercayaanku akan dalamnya kombinasi proses kognisi dan praduga manusia.

Continue reading

Save Me

tumblr_static_tumblr_static_4n9blmol4jcw0kc0sok0o448w_640

You think you want to die, but in reality you just want to be saved.

Sekilas tak ada yang istimewa dengan kalimat itu. Kalimat yang keluar dari mulut salah satu temanku, yang belakangan ini kuketahui ia dapatkan dari Google saat ia mem-posting-nya di Path. Namun ada arti yang dalam, tajam, menusuk nalarku yang hampir karam.

Continue reading

Sedatif

tumblr_o0l0fs6siU1r5dmcno1_500

Lagi-lagi lelaki itu terbangun dengan mata yang kosong. Kentara ia rasakan sesuatu yang masih berpusing di pikirannya. Pupil matanya menyesuaikan asupan cahaya agar pandangannya kembali normal. Rahangnya bergetar dengan napas yang terengah-engah.

Continue reading

Lima Larik Hujan

Malam itu hujan turun, aku duduk di meja paling pojok sebuah kafe sepi pengunjung di dekat jendela sembari menyesap kopi yang diam-diam kutetesi air mataku sendiri. Lampu remang yang menerangi menyadarkanku bahwa cahaya hidupku semakin redup semenjak kau pergi.

Continue reading