Memahami Arti Komunitas Dari Kopdar Bukalapak Bogor

2

“Sukses sendirian itu biasa, sukses babarengan itu baru luar biasa!”

Kalimat sederhana itu terus terngiang di telinga gue, setelah mengikuti serangkaian acara Kopdar Komunitas Bukalapak Bogor yang sangat menyenangkan di Rumah Makan Bogor Kuring pada Sabtu (20/02/16) lalu.

“Kok lo bisa di sana, Len?”

Nah itu dia, awalnya gue juga nggak pernah menduga bakal hadir ke sana. Kehadiran gue berkat ajakan dari salah satu relasi yang sepertinya tau gue hari Sabtu pagi cuma ngejogrog di kosan.

1

Dari kiri ke kanan: Arie yang hari itu dipanggil Zayn Malik versi kearifan lokal, Adam Levine belum mandi, Bisma Smash yang mirip Galih Hidayatullah, mbak Isnuansa dan mas Gie Wahyudi.

To be honest, alasan utama yang membuat gue bisa bangun pagi demi datang ke acara yang berangkat jam 9 pagi hari Sabtu itu adalah.. Gue pengin ketemu Achmad Zaky, sang CEO Bukalapak. Kenapa? Karena dua video di bawah ini, gue jadi penasaran banget mau tau gimana aslinya.

Sekali-kalinya gue berminat mengenal kepala sebuah perasaan perusahaan, baru kali ini gue benar-benar tertarik ketemu seorang CEO yang juga nggak segan-segan ngerangkap jadi talent iklan perusahaannya sendiri. Pasti gajinya dobel tuh. Oke, nanti gue ceritain bagian ketemu sang CEO-nya. Sekarang, gue mau membahas tentang makna sebuah ‘komunitas’ versi gue yang gue dapatkan di acara kopdar komunitas Bukalapak Bogor.

Bogor adalah salah satu kota dari sekian banyak kota lainnya yang komunitasnya sangat aktif buat kopi darat. Di waktu yang sama, komunitas Bukalapak Bekasi juga sedang mengadakan acara kopi darat. Of course, kopi darat bukan cuma meet up sama kenalan dari media sosial aja, kan. Hehehe.

Mencari rezeki lewat jualan online udah jadi opsi yang paling digemari dan dilakukan people nowadays untuk mencari rezeki dari sekian banyak profesi. Sekarang, cuma lewat jempol aja kita bisa dengan mudah menghasilkan pundi-pundi rupiah dengan duduk anteng di dalam rumah, tentu menurut gue yang paling mudah, aman dan menguntungkan ya lewat Bukalapak.

Di acara kopi darat tersebut, gue mendapat banyak banget ilham mengenai kiat-kiat jualan online yang baik dan benar. Tapi bukan itu yang gue fokuskan sejak acara dimulai hingga selesai, it’s all about togetherness, kebersamaan. Kalo mau ngebahas tentang jualan online, tentu gue akan menggunakan point of view sebagai seller online yang nge-share apa aja yang gue dapatkan di kopdar itu. Namun, sejeli mata memandang, yang gue lihat di sana adalah euforia wajah-wajah bahagia para Pelapak yang bertemu dengan keluarga barunya.

2
Well, i felt so happy. Look at their faces when they met the Bukalapak’s CEO.

Hari itu, gue cukup terharu melihat ratusan Pelapak yang awalnya nggak banyak yang saling kenal, tapi dalam hitungan kurang dari setengah jam sejak acara dimulai, atmosfir mereka berubah layaknya keluarga besar yang berkumpul, bercerita suka dan duka, berbagi ilmu dan pastinya bahagianya kebersamaan plus sempak (semangat kompak) menyanyikan yel-yel Bukapalak. Meskipun gue turut memeriahkan acara itu sebagai blogger, tapi gue sangat merasakan kehangatan di tengah-tengah mereka.

Gue memerhatikan bagaimana satu per satu wajah yang saling berkenalan tanpa rasa sungkan, nggak canggung ketawa-ketiwi dan saling menimpali candaan dan curhat satu sama lain. Ini keren, aduh, kata apa ya yang cocok menggambarkannya, oke, sebut aja, mengagumkan deh ya. Karena belum tentu atmosfir kebersamaan kayak gini banyak dimiliki oleh komunitas lain, khususnya komunitas penjual online. Karena zaman sekarang orang kumpul biasanya sibuk sama ponsel masing-masing, apalagi penjual online, secara mereka pasti rela meletakkan ponselnya sejenak dari orderan di hari itu demi quality time.

3

Kalo kata gue mah, “LARIS MANIS TANJUNG KIMPUL~ DAGANG LIBUR WAKTUNYA KUMPUL!”

Nih foto dan garis besar rangkaian acaranya..

4

Acara dibuka oleh Muhammad Fikri (Head of Community Management Bukalapak) dan gue lupa cewek yang di sebelahnya Mbak siapa, tapi senyumnya manis. HEHEHEHE. Fikri cerita tentang komunitas Bukalapak di berbagai kota dan pentingnya komunitas untuk mewadahi silaturahmi antar pelapak.

5

Walikota Bogor, Bima Arya, turut hadir di acara kopdar komunitas Bukapalak Bogor. Doi sharing tentang pengalamannya merintis sebuah perusahaan yang awalnya banyak diremehkan berbagai pihak sampai akhirnya jadi perusahaan yang sukses. Kang Bima juga memberi semangat untuk UMKM Bogor supaya pantang menyerah untuk meningkatkan skill dan motifesyen demi keberhasilan dan kesejahteraan orang-orang di dalam komunitas Bukalapak Bogor. 

6

Namanya Om Amin, doi orang Aussie yang udah tinggal lama di Indonesia. Awalnya seorang pengajar lalu memutuskan jadi Pelapak. Tiap dia ngomong, gue bawaannya pengin berdoa terus supaya cepet dikabulin –aksen dia ngomong bikin gemes, lho. Di acara kopdar ini dia berbagi ilmu tentang pentingnya SEO (Search Engine Optimalization) dalam berjualan untuk meningkatkan orderan. Keren!

 7

Nah ini dia yang kami tunggu-tunggu, sang CEO Bukalapak, Ahmad Zaky. Doi hadir berbagi kisah bagaimana dia mendirikan Bukalapak dan cerita tentang para Pelapak yang udah sukses sebagai mood booster para Pelapak Bogor yang hadir. Supaya selalu semangat dan kreatif jualannya meskipun persaingan dalam berjualan online semakin ketat, kayak celana legging cabe-cabean, udah gitu motif leopard lagi. Huaheohuaheo.

8

Dengan sangat bangga, ini foto bareng gue dengan om Zaky. Doi low profile banget dan muka gue keliatan tua banget. Om Zaky cuma pakai kaos, celana jeans dan sendalan. Senyumnya ramah pas diajak ngobrol, mau dimintain tolong foto dan nyengir salting dicengin “Cieee bintang iklan..” sama beberapa orang (Gue, Galih, dan Arie).

Well, di penghujung acaralah gue menemukan kalimat. “Sukses sendirian itu biasa, sukses babarengan itu baru luar biasa!” Di pikiran gue, kalimat itu terus terngiang sampai-sampai muncul hasrat buat ngasih tau ke Ariel Noah. Tentu itu bukan sebatas kalimat motifesyen aja, tapi ada value yang sangat mendalam bagi sebuah komunitas penjual online. Sebuah hal yang menurut gue so deep.

9

Intisari yang gue simpulkan dari kalimat dan acara kopdar itu adalah, komunitas adalah sebuah wadah perkumpulan yang berlandaskan hangetnya kebersamaan. Walaupun barang yang dijual di Bukalapak berbeda, tapi mereka ingin seluruh anggota komunitas Bukalapak Bogor sukses babarengan alias bersama-sama. Aamiin yang kenceng yuk!

Keren, ya.. Iya. Btw, sesampainya di kantor Bukalapak sekitar pukul setengah enam sore, gue langsung otewe malam Mingguan sama pacar gue, dong. HEHEHE.

Advertisements

One thought on “Memahami Arti Komunitas Dari Kopdar Bukalapak Bogor

  1. Pingback: Buka-Bukaan Seru Di Kemang Bareng Bukalapak | Falen Pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s