Chemistrylove

between us blog tour

Hallo, para pembaca yang sering mengeluh baper~ Di posting-an kali ini, gue pengin ngebahas kabar gembira bagi nenek moyang Firaun generasi ke-81.276.357, bahwasanya salah satu kawan yang gue kenal di Twitter, telah menerbitkan buku pertamanya. Perkenalkan, namanya Fahrul Sani alias @Demprul. GOKIL! Selamat, Sob! Buku kita terbitnya hampir barengan. Ketika mengetahui kabar gembira ini, dengan segera gue ikut blog tour-nya~

Sebagai intro, gue mengenal mendiang Fahrul lewat Twitter sekitar dua tahun yang lalu lewat sebuah acara futsal yang juga diadakan anak Twitter. Kala itu, kalau nggak salah, gue cuma dianterin sepupu sampai lapangan futsal, abis itu ditinggalin gitu aja. Ya biasalah, namanya juga cowok. Sering ninggalin pas lagi sayang-sayangnya. Dari beberapa teman baru yang tangannya gue jabat buat kenalan tanpa nyelipin duit gocap saat ngumpul sebelum tanding, akhirnya gue kenal Fahrul. Gue nge-follow dia, tentunya tanpa minta polbek. Gengsi~

Kali pertama gue ngobrol sama mendiang, gue nggak pernah menyangka dari tampangnya yang terlalu sederhana –maap, Rul, bukan maksud meng-underestimate, abis gue kira lo ngaku-ngaku biar dibilang keren– kalo dia adalah anak Kimia. Gue sempat berteriak dalam hati layaknya Arya Wiguna ngegebrak meja buat ngegertak Eyang Subur. “DEEEMI TUHAN! PASTI INI SEBUAH KEBOHONGAN!”

Tapi fakta berkata jujur dan gue nggak punya bukti valid untuk membantah pengakuannya. Yak, Fahrul memang anak Kimia tulen, tapi nggak tau ya kalo kejantanannya. Gue nggak pernah kepikiran sampai ke situ sih buat membuktikan, kalo kamu yang cewek suka sama anak Kimia, boleh tuh deketin dia.

Di dalam buku pertamanya berupa personal literature yang berjudul Between Us; Is It Chemistry or Love? Kesan pertama yang gue simpulkan adalah… leh uga u. Awalnya gue pikir ini buku yang berisi tentang hapalan tabel periodik dilihat dari cover-nya, tapi bukan. Ini cerita cinta. Gue pun mengira cerita cintanya itu berat, seberat hidup Fahrul, ternyata enggak. Fahrul dengan luwes mengkaitkan korelasi antara cinta dan logika kimia sebagai seorang chemist. Ini sungguh di luar ekspektasi gue.

Tebakan gue benar, bahwa Fahrul menceritakan tentang kengenesannya sebagai jomlo. I feel you, bro. Gue pernah melewatkan zaman Jahiliyah tersebut. Gue berani bertaruh kisah Fahrul inilah yang paling beda. Dan kalo membahas Kimia, gue pribadi nggak terlalu paham, soalnya pas SMA gue bukan anak IPA. Tapi Fahrul mengemas cinta dengan kimia di dalam bukunya itu sangat menarik untuk kita menciptakan sudut pandang baru mempersepsikan cinta.

Buat kalian yang nanti membaca bukunya, kalian bakal tau bahwa jatuh cinta itu bukan semata terjadi begitu aja, tapi ada kaitannya dengan reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh, yang melibatkan hormon dopamine, norepinefrin dan feniletilamina. Patah hati pun begitu, panjang deh kalo dijabarin. Mending kalian langsung baca dan pahamin sendiri, lalu mari tersenyum bersama.

Di dalam Between Us; Is It Chemistry or Love?, kita dipersilakan Fahrul untuk mengenal sosoknya lebih mendalam. Caranya bercerita seperti seseorang yang menelanjangi dirinya sendiri, dan satu hal yang gue suka: dia merayakan kesedihan dengan lugu dan tawa. Bagaimana kegelisahannya terhadap cinta, betapa sangat inginnya dia memiliki kekasih, dan yang paling menyentuh; bagaimana dia berjuang keras menyelesaikan persoalan demi persoalan rumit di dalam hidupnya; membuat solid rekan kerja, menghadapi bos yang perfeksionis dan mengatur waktu dengan sang pujaan hati. Semuanya membuat gue tersenyuh, apalagi saat antara Fahrul dan Ibunya. Beuh. Kalian bakal terbuka pikirannya untuk menghargai seorang ibu. Banyak pesan dan makna hidup yang gue peroleh lewat Between Us; Is It Chemistry or Love?

Gue, sebagai orang yang gemar menulis cerita romance, merasa seperti mendapat angin segar setelah membaca Between Us; Is It Chemistry or Love?. Dari sekian banyak buku, curhatan yang gue denger, dan nonton film, baru kali ini gue menemukan cerita yang sungguh nggak pernah kepikiran gue untuk ditulis, yaitu memadukan antara kimia dan cinta seperti yang Fahrul lakukan. Girls, dia sungguh berbeda seperti cowok kebanyakan, yang kalo nggak brengsek ya…, gitulah. Siapa tau kamu sama Fahrul bisa ngegadoin sianida bareng~ So sweet~

Meskipun banyak istilah kimia mulai dari atom, neutron, megatron, dsb dll ddddgmz yang bikin gue mengerutkan kening, tapi dengan bangga mengakui bahwa gue sangat menikmati. Alurnya mengalir dengan tensi naik turun dengan bumbu komedi yang bikin cekikikan, kayaknya Fahrul tau kalo ketawa kenceng nanti disangka kayak ABG zaman sekarang, yang mesen satu, yang nongkrong sekelurahan sekalian sama Pak Lurahnya. Dan lagi, mungkin Fahrul sendiri nggak sadar bahwa ego dalam dirinya itu tertutup dengan kepolosannya. Inilah yang membuat Between Us; Is It Chemistry or Love? patut diacungi jempol.

Good job, Rul! Karenanya gue merekomendasikan buku Between Us; Is It Chemistry or Love? untuk kalian baca dan adopsi dengan cinta.

Karena cinta butuh chemistry, kita perlu menemukannya dengan cara saling memahami.

FullSizeRender

Advertisements

3 thoughts on “Chemistrylove

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s