Tentang Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu

eflyer virtual blogtour

Mungkinkah sepasang hati bisa jatuh cinta walaupun belum bertemu?

Jawaban gue, kenapa enggak? Karena… Eh, sebentar, sebelum menjelaskan ‘kenapa nggak’ yang barusan gue ucap, gue mau cerita sedikit alasan kenapa gue menulis posting-an ini. Jarang-jarang, kan, gue nulis tentang diri gue di blog. Hehehe.

Jadi, belum lama ini, gue dapet surel berisi ajakan nulis pengalaman pribadi dari salah satu relasi bagian promosi buku, yang juga teman dari teman-teman gue di salah satu tongkrongan. Sebelum dapet surel itu, kami bertemu saat gue lagi berkunjung ke kantor penerbit untuk ngurus promosi buku pertama gue yang judulnya ‘See You When I See You’, yang sebentar lagi akan kalian baca –iya sebentar lagi, mohon sabar karena gue tiap hari pasti ada aja yang mention di Twitter atau Line nanyain kapan anak pertama gue itu lahir.

Teman gue itu nyamperin gue di meja kayu tempat gue, editor gue dan beberapa anak promosi lagi ngumpul. Dia berkata, “Len, gue ada buku baru yang unik nih. Siapa tau lo tertarik. Judulnya ‘Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu’.”

Gue mengerjapkan mata dan mengerutkan kening, sedikit heran sekaligus penasaran mendengar judul buku tersebut. “Siapa yang nulis?”

“Boy Candra, pernah denger nggak?” ujar temen gue itu sambil cengengesan.

“Oh, iya, gue pernah liat di Twitter..”

“Lo lagi sibuk apa sekarang selain ngejomlo?” Dia mengajukan pertanyaan itu dengan ekspresi nggak bersalah. Bikin editor gue –yang tampaknya nguping pembicaraan kami– cekikikan.

Kampret, celetuk gue dalam hati. “Sibuk nyari restu dari Mamanya Isyana Sarasvati. Hmm.. gue tebak, pasti nge-review buku, kan?”

“Salah, tapi nulis tentang pengalaman pribadi lo gitu. Kan, selama ini lo nulis cerpen tentang cerita cinta aja di blog. Gue jadi kepikiran ngajak lo curhat pengalaman pribadi lo yang berhubungan dengan buku barunya Candra. Mau, ya?”

“Mau nggak yaaa~”

“Yaaah, mau dong,” pinta dia sedikit memohon. Mukanya rada melas.

“Ada syaratnya, tapi,” kata gue sambil dua kali ngangkat alis.

“Apa tuh?”

“Doain gue beneran dapet restu Mamanya Isyana Sarasvati, ye~”

“Buset dah ini anak, gua kirain becanda. Okeh..” Dia mulai berdoa di hadapan gue. Gue cengo, orang-orang di sekitar gue cengo, dan Mamanya Isyana Sarasvati juga cengo pas liat dia ngucapin amin.

Oke, karena gue orangnya nggak tegaan dan ajakan ini cukup menarik plus dia beneran ngedoain dengan mimik serius tentang ‘restu’ itu, akhirnya gue menulis posting-an ini.

Oke, here we go..

***

Berbicara tentang cinta, memang nggak akan pernah ada habisnya sampai seluruh cewek di muka bumi ini nggak gengsi buat bilang sayang duluan. Gue sendiri, selama hampir 22 tahun hidup, selalu aja ada masalah yang menyangkut hati. Salah satunya tentang jatuh cinta sama orang yang belum pernah ketemu, dan gue pernah merasakan hal itu.

Setelah gue baca membaca ‘Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu’ yang ditulis Boy Candra a.k.a @dsuperboy, gue cukup tersenyum salut juga dengan premis cerita yang dia tulis untuk novelnya itu. Mungkin kalian tau dan juga salah satu pembaca karya cowok yang akrab disapa ‘Uda Boy’. Hahaha. Setelah membaca buku terbarunya itu, jujur, dia berhasil membangkitkan lagi kenangan masa silam yang kadang bikin gue bertanya sendiri dalam hati, Kok gue bisa ya jadian tapi belum pernah ketemu? Tapi pada kenyataannya, itu memang terjadi.

Cerita yang ditawarkan buku ini cukup segar dan berbeda. Pada halaman pertama, rasanya gue –yang notabene cuma pembaca– seperti menjadi sahabat paling terdekat Boy yang diperbolehkan membaca buku diarinya. Iya, membaca novel  ‘Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu’ bagi gue kayak baca diari seorang Boy Candra. Meskipun gue nggak mengenal Boy secara personal dan memang kita nggak saling kenal dekat, tapi gue merasa seolah orang yang paling dipercaya sama Boy buat membaca kisah cintanya dengan seorang cewek bernama Wulan Sari. Bagaimana dia kenalan sama Wulan. Bagaimana mereka meresmikan hubungannya lewat telepon. Bagaimana mereka menjalani hubungan. Bagaimana Boy memperjuangkan cintanya. Dan bagaimana Boy memberi arti betapa sakralnya sebuah pertemuan.

Dialah yang membuat gue menulis pertanyaan di paragraf pertama: Mungkinkah sepasang hati bisa jatuh cinta walaupun mereka belum pernah bertemu?

Kenapa enggak? Cinta itu luas dan bisa muncul di berbagai dimensi. Apalagi di era media sosial ini, untuk mengenal seseorang, kita nggak perlu pergi ke konser musik buat kenalan sama seseorang yang memiliki selera musik serupa di sana. Kita nggak perlu menyusuri lobi kampus untuk mencari momentum nabrak seseorang yang lagi jalan sambil bawa buku, lalu kenalan kayak di FTV. Kita juga nggak perlu pergi ke toko buku kemudian kenalan sama seseorang yang lagi liat-liat buku.

Kita cuma perlu berselancar di media sosial dan menggunakan aplikasi seperti Twitter, Tinder, Bee Talk, Facebook, dll, dsb, dddgemes, buat kenalan sama orang baru, lalu mungkin aja bisa jatuh cinta. Sekali lagi, cinta itu luas. Meskipun gue berpikir, belum pernah ketemu tapi udah berani jatuh cinta, bukankah itu sebuah hal yang riskan?

Cerita gue tentang jatuh cinta sama seorang cewek yang gue kenal lewat Facebook jauh sebelum gue serius menulis. Kira-kira akhir 2007, saat itu gue masih SMA dan aktif banget jadi user Facebook. Sebut aja namanya Melati (bukan nama asli, bosen cuy pakai ‘Mawar’), dia adalah cewek yang bisa dikatakan ‘ini-tipe-gue-banget’. Rambutnya pendek sebahu, hidungnya mancung, matanya agak sipit (bokapnya chinese), dan kulitnya putih langsat. Sekilas mirip kayak Dhike JKT48, kalo nggak tau silakan googling, jangan malas. Bwek~

Singkatnya, gue nge-add dia duluan, lalu tiga hari kemudian ternyata di-accept jadi teman. Setelah basa-basi yang…, ya seperti perkenalan singkat pada umumnya, gue berhasil dapetin nomor ponselnya. Oh iya, dia asli orang Surabaya.

Kami mulai sering chat di Facebook –zaman gue masih berada di zaman jahiliyah (baca: anak warnet), kadang kalau gue lagi di rumah, kami lanjut sms-an. Seinget gue, saat itu Blackberry masih baru banget dan gue belum tertarik menggunakannya. Melati sering bukan Facebook di komputer di rumahnya setiap pulang sekolah. Dia multi-tasking, bisa belajar sambil online di komputer, beda multi-tasking-nya sama gue. Kalau gue, bisa belajar sambil online di komputer, tapi belajar buat jadi ‘dewa’ di game online yang gue mainkan. Namanya Counter-Strike. Mungkin kalian tau atau pernah dengar.

Gue bercerita tentang kehidupan gue kepada Melati; sekolah dan tinggal di mana, berapa bersaudara, keseharian gue, hobi gue apa (jelas main game online), dan ukuran sepatu gue. Oke, maaf. Yang terakhir itu becanda. Sebaliknya, Melati pun bercerita kepada gue; dia anak tunggal dan sekolah di salah satu SMA favorit di daerahnya, hobinya bantuin nyokapnya masak (ini nilai plus di mata gue), dan…, dia lagi deket sama cowok. Oke, yang terakhir ini serius. Gue cukup nge-down juga pas tau dia dideketin cowok bernama Ferdi.

Pada saat itu, istilah ‘baper’ belum ada, tapi fenomenanya sering terjadi, gue pun mengalaminya. Meskipun Melati lagi deket sama cowok yang ternyata kakak kelasnya, dia tetap perhatian sama gue. Ngingetin jangan lupa makan, nasihatin gue harus rajin belajar karena akan menghadapi UN, dan meminta gue buat ngurangin begadang. Gue mulai merasa nyaman dan terbiasa diperhatikan oleh Melati walau hanya berupa teks. Dan itu pula yang dituliskan Boy di halaman 45 di novel ‘Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu’.

Perhatian-perhatian kecil itu membuat kita benar-benar merasa saling memiliki.

Seiring waktu berjalan, memasuki bulan ketiga gue intens berkomunikasi sama Melati, gue mulai merasakan ada sesuatu yang beda di hati gue. Rasanya, gue kayak berada di dalam dunia baru. Dunia di mana cuma ada gue dan Melati. Dia pun bilang ke gue bahwa dia ngerasain hal yang sama. Awalnya, gue sama dia kalau chat pakai ‘gue-elo’, tapi lambat laun, tanpa disadari kami menggunakan ‘aku-kamu’, bahkan sesekali ‘Sayang’. Dia pun nggak marah, malah gitu juga. Setiap kali mengingat hal ini, gue merasa nista. WKWKWKWK~

Suatu malam, Melati cerita sama gue kalau cowok yang deketin dia mulai ngejauh entah sebabnya apa. Dia bilang cukup sedih karena dia udah telanjur baper dan ngarepin kepastian. Saat gue baca chat dia, rasanya antara sedih plus pengin loncat jumpalitan. Di satu sisi, gue ngerasa sedih kalau dia sedih plus takut kehilangan dia. Di sisi lainnya, gue senang. Berarti gue bisa semakin dekat dan perhatian dia cuma buat gue doang. Akhirnya, dengan segenap ketakuan dan keraguan yang ada di hati gue namun berhasil gue kalahkan, gue nembak dia lewat Facebook.

[Melati, salah nggak kalau aku beneran sayang sama kamu setelah kita sedekat ini? Aku tau ini terdengar konyol, kita belum pernah bertemu tapi aku jelas ngerasain perasaan ini.]

[Len, kamu nggak becanda, kan? Tolong bilang kalau kamu cuma becanda.]

[Emang selama ini seberapa sering aku becanda sama kamu untuk hal-hal yang serius? Aku serius dan perasaan ini nyata. Aku nggak mau liat kamu sedih. Mulai sekarang, kamu pacar aku, ya.] *SAAT GUE INGET PERNAH NEMBAK CEWEK DENGAN CARA INI, GUE NGERASA MACHO ABIS! WUAHAHAHAHA~

[Ta-tapi.. Aku belum tau gimana aslinya kamu. Aku sebenarnya nyaman, tapi aku ragu..]

[Kita jalanin aja dulu, ya..]

Dia nggak ngebalas chat gue dengan kalimat penerimaan, tapi dia ngirimin foto dia dengan pose senyum yang menunjukkan dia menerima perasaan gue. Asli, itu salah satu momen paling membahagiakan di hidup gue. Sampai-sampai gue sontak teriak kegirangan lalu dilemparin botol Ale-Ale yang terisi setengah sama OP warnet dari meja OP karena doi kaget denger teriakan gue. Alhasil, itu Ale-Ale gue yang bayar. Kampret emang.

Dan ya, gue akhirnya jadian sama Melati. Kami menjalani hubungan layaknya pasangan LDR. Mulailah kami teleponan tiap malam atau video call lewat Yahoo Messenger dengan kualitas gambar seadanya. Tapi keterbatasan kualitas gambar saat itu justru nggak gue pikirkan karena bahagia selalu gue rasakan setiap kali berkomunikasi sama Melati. Seenggaknya, gue tau detil wajah cantik Melati setiap kali dia tersenyum. Dia juga tau gimana senyum gue dengan kumis tipis yang selalu bikin dia gemes buat dicukur pakai gunting kuku.

Kebahagiaan itu cuma berlangsung selama dua bulan sampai akhirnya gue jadi jomlo bapuk yang menyandang status anak warnet. Sebelum kenyataan pahit terjadi, Melati mulai jarang online Facebook, angkat telepon gue dan bales SMS gue dengan alasan dia sebentar lagi ujian kenaikan kelas tiga SMA. Dalam keadaan itu, gue memaklumi meskipun muncul prasangka buruk dan rasa insecure tiap harinya. Seenggaknya, gue berpikir, kalau gue emang prioritas dia, seharusnya dia ngabarin gue walaupun cuma satu-dua kalimat. Tapi ini nggak sama sekali. Melati seolah menghilang dari bumi.

Kali terakhir gue chat di Facebook. ‘Kamu apa kabar, Sayang? Aku kangen ngobrol sama kamu, denger suara kamu dan liat senyum kamu.. Bales ya kalau udah nggak sibuk, aku tunggu..’ Namun yang kemudian gue dapatkan bukanlah balasan, melainkan gue di-remove dari friendlist-nya. Hancurlah hati gue saat mengetahui hal itu. Galau abis. Minat gue buat main game menguap entah ke mana.

Seminggu berlalu gue nggak ngehubungin dia. Pada suatu siang saat jam pelajaran sekolah berakhir dan gue lagi nyalain motor buat pulang di pekarangan sekolah, ponsel Nukie gue berdering. Gue liat nama sang penelpon, lalu jantung gue berdebar seketika. Melati. Dia nelpon gue. Dengan cepat gue matikan lagi mesin motor gue, lalu gue angkat telepon.

‘Halo.. Melati?’

‘Hai, Falen. Maafin aku ya aku udah ngelakuin hal jahat ini sama kamu..’ Suara sengau dia terdengar di ujung sana. Gue terpejam, membayangkan wajah dia dengan luka hati basah yang ditetesi cairan asam.

‘Iya, nggak apa-apa. Aku cuma menyayangkan aja kamu nggak ngasih penjelasan apa pun ke aku..’ ucap gue dengan nada bergetar.

‘Aku tau kamu pasti marah sama aku. Aku cuma nggak tau gimana ngejelasinnya, dan aku baru sekarang berani menghubungi kamu lagi. A-aku mau kita put–‘

‘Putus?’ Gue memotong kalimatnya dengan senyumr retak, ‘Baik kalau itu keputusan kamu. Seenggaknya hubungan kita jelas bagaimana akhirnya, nggak ngegantung gini. Dan aku cuma pengin bilang terakhir kalinya, bahwa aku masih sayang sama kamu, Melati. Terima kasih untuk dua bulan ini, meskipun hubungan kita hanya sebatas kata dan suara. Aku tau kok, kamu pasti butuh kehadiran nyata aku. Kamu pengin kita ketemu, kan?’

‘Iya.. Jujur, aku ngerasa kesepian. Aku butuh kehadiran nyata kamu. Kata dan suara aja nggak cukup, Len,” ucap dia sambil menahan isakan.

‘Ya, seandainya aja kamu mau sabar sedikit lagi. Mungkin setelah UN dan liburan nanti aku bisa terbang ke Surabaya. Hahaha, tapi kenyataannya ternyata lain. Oke, kita putus baik-baik ya. Jangan ada benci di antara kita. Dan aku doain semoga Ferdi jadi pacar yang baik..’

‘Ka-Kamu tau dari mana aku udah jadian sama Ferdi?’ Nada bicaranya jelas menunjukkan ketidakpercayaan.

Gue menarik napas sambil tersenyum. ‘Nggak butuh kesulitan yang berarti buat tau kalian udah jadian. Okay, selamat tinggal..’

Tut. Gue memutuskan sambungan sepihak tanpa menunggu percakapan berakhir. Gue nggak mau lebih lama dengerin suara lembut Melati yang terbalut isakan tangis. Dan gue nggak ingin hati yang patah ini semakin remuk. Setelah Melati nge-remove gue dari friendlist-nya, gue buka profilnya pakai akun Facebook temen gue dan liat dia upload foto sama cowok berambut cepak yang merangkul dia. Mereka berdua sama-sama mengenakan seragam SMA dan nggak butuh banyak tebakan untuk menyimpulkan cowok itu siapa, karena dia jelas mencantumkan nama ‘Ferdi Herdiansyahputra’ di caption fotonya.

Setelah cukup lama waktu terlewati untuk merelakan Melati, mengikhlaskan tepatnya. Gue akhirnya sadar bahwa perjalanan ‘Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu’ itu nggak selalu berakhir indah, tapi bisa aja kok menjadi indah. Tergantung bagaimana kamu memperjuangkannya. Ini hanya kisah gue yang katakanlah nggak beruntung. Cinta memang buta, tapi kita seenggaknya pernah menyentuh kekasih kita. Seenggaknya genggaman tangan, peluk, dan kecup itu nyata tercipta. Bukan sekadar kemesraan teks dan suara aja. Jadi, pada akhirnya gue menyimpulkan. Mencintai seseorang tanpa adanya pertemuan itu seperti menjudikan harapan pada ketidakpastian paling nggak pasti. Kita akan benar-benar kalah besar dan terluka ketika kita menggantukan bahagia dari harapan itu jika kita telanjur mencintai seseorang yang tanpa bisa bertemu langsung untuk menjelaskan kita mencintainya dan betapa kita merindukannya.

Udah, udah, jangan baper. Muahahaha~

Di novel ‘Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu’, kalian bakal hanyut dan ditampol abis-abisan dengan letupan emosi yang jauh dari yang gue ceritan. Kalian bakal gemes sendiri membaca tiap babnya ketika mengikuti alur dan konflik batin yang dirasakan Boy. Gue cukup puas dengan cara Boy cerita, meskipun gue pengin tau lebih detail dari sudut pandang Wulan Sari.

Gitu deh cerita tentang ‘Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu’ versi gue. Hmm… kira-kira kalian punya pengalaman yang serupa atau mirip-mirip gitu, nggak? Coba dong cerita versi kalian di kolom komentar, jangan lupa nyebutin username Twitter kalian, ya. Bagi kamu yang ceritanya paling menarik bakal gue kabarin via DM dan gue hadiahin 1 eksempelar buku terbitan MediaKita. Hayooo lumayan buat nambah bacaan dan buku di lemari~

Nggak ada yang mustahil dalam cinta, sekalipun mencintai seseorang meskipun belum terjamah pertemuan. Selamat bercerita!

Advertisements

30 thoughts on “Tentang Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu

  1. Ngebahas judul buku boy candra tentang #SepasangKekasihYangBelumBertemu btw gue pernah ngerasain hal itu, sebut saja dia AL, berawal dari dikenalin temen karna waktu itu gue jomblo baru banget putus sama doi yang beda agama, mungkin karna temen gue ngga tega liat gue galau merana jiaaah sampe akhirnya temen gue ngenalin temen doinya, care banget kan temen gue yang satu ini haha..
    Yapss lanjut cerita kita kenalan difacebook pas gue liat foto profilnya its okelah sesuai kriteria gaya rambut dan tinggi badannya dan si AL juga punya band walaupun cuma band biasa yang tampil diacara pensi, AL diband itu sebagai gitarvokal gileee kurang keren apa coba si AL makanya gue langsung tertarik, lalu dia ngajak tukeran nomor kemudian kita intens pendekatan disms blablabla dan akhirnya AL nembak gue lewat telpon disitu AL nyanyi dan bikin gue luluh dulu setelah itu AL langsung nyatain perasaannya dan akhirnyaaa kita jadian.
    Selama jadian ternyata gue ngerasa ngga cocok karna ternyata doi curigaan dan cemburuan mungkin karna kita LDRan, singkat cerita kita ngejalanin hubungan cuma 5 hari karna gue udah ngga kuat dengan sifat doi dan tanpa mikir panjang akhirnya gue mutusin dia.
    Lambat laun gue ngerasa bersalah dan nyesel tapi yaudahlah mau dikatakan apalagi kita tak akan pernah satu engkau disana aku disini meski hatiku memilihmu *Raisa banget :v

    Cukup sekian semoga bang fal ngerti cerita real kisah cinta monyet dengan tulisan gue yang acak acakan begini, btw so thank you so much ngasih kesempatan buat sharing kayak gini :v

  2. aku juga pernah ngerasain kaya gitu bang, tp cuma 3 hari doang.. deketnya sih lumayan lama. dia sekolah di SMA yg sama kaya aku cuma kita beda 3 taun jd gapernah ketemu. dan pas kita kenal dia tinggal dan kerja diluar kota. aku nyaman deket sama dia, dia sering nemenin di telfon kalo ga sibuk kerja. sampe akhirnya dia nembak di line dan aku terima. dia jg janji minggu itu bakalan pulang dan ngajak ketemu. tp gatau gmna ceritanya, besoknya ada cewe yg ngewall ke facebook dia marah2 dan minta tanggung jawab. cewe mana yg ga shock liat yg gituan. setelah itu aku langsung putusin dia dan gapernah mau berhubungan lg sama dia.
    itu cerita aku bang, hehe
    @AriniFitraa

  3. aaaaaakkk, gue juga pernah begini, sayang bahkan pacaran sama orang yang belum pernah gue temuin. ketemu di twitter-dm-bbm-telp, tapi gue bisa sayang banget ama doi’i, entah sayang entah penasaran. pacaran lima bulan dan baru sebulan yang lalu putus :(. tapi, gue masih nunggu, nunggu buat ketemu dia.

    cerita tentang dia banyak gue tulis di: erpitawulandari.wordpress.com 🙂

  4. Belum pernah ngerasain secara langsung gimana serunya jadian tapi belom pernah ketemuan bang.
    Cuman aku sering dengar curhat dari teman SMA-ku, sebutlah dia namanya Lili. Dia jadian via facebook dengan salah seorang mahasiswa Bandung. Mereka jadian udah cukup lama, sekitar 3th tapi belom pernah ketemu secara langsung. Lili juga sering curhat ke aku. Gimana rasa sayangnya dia ke cowok itu, sampe perasaan takutnya kehilangan cowok itu ( cowok tu mengidap kanker otak, sering keluar masuk RS buat cuci darah). Sampe kemarin terakhir, cowok tu operasi sekitar akhir Agustus lalu.
    Lili cerita ke aku, pengen banget ke Bandung buat nemenin pacarnya, sampe bela-belain berantem hebat ama ayahnya, yang gak ngizinin Lili buat ‘terbang’ dari Pekanbaru ke Bandung hanya demi untuk nemuin dan melihat ‘perjuangan hidup’ dari orang yg ia cintai yg belum pernah ia temui. @keyhikaru

  5. Kalo ngomongin soal “Sepasang Kekasih Yang Belum Bertemu” kayanya dijaman sekarang lumayan banyak deh kak, yaa secara media sosial udah meluas banget dan bener kata kak falen juga “Cinta itu luas dan bisa muncul diberbagai dimensi”.
    Aku pernah ngalamin kaya gitu. Dia 1 tahun lebih tua dari aku. Awalnya kita kenalan lewat twitter, yg pada akhirnya lanjut chatan lewat bbm. Dari yg awalnya gue-lu berubah jadi aku-kamu. Dia orangnya baik, humoris, asik. Engga butuh waktu lama buat kita nyambung dan nyaman.
    Sekitar 2 bulan setelah kenalan dan pendekatan, dia bilang kalo dia sayang. Awalnya kita juga gak yakin, “kok bisa yaa, tanpa pertemuan kita bisa jatuh cinta?”
    Setelah 3-4 bulan kita ngejalanin hubungan tanpa pertemuan pun, lama-kelamaan dia mulai sibuk. Entah sibuk apa, tapi yg jelas dia mulai berubah. Dia mulai jarang buat kasih kabar, sampe balesan chat pun mulai beda. Sampe suatu hari dia bilang, “kayanya kita udah gabisa bareng lagi deh”. Tanpa alesan yg jelas saat dia bilang gitu, aku pun (mau tidak mau) sepakat buat mengakhiri. Dan yaaa, kita emang udah gak bareng sejak setahun yg lalu, tapi kita tetep berteman baik ditwitter:)) (iya cuma ditwitter-_-)
    Cinta emang bisa dateng dimana aja dan kapan aja. Bahkan didunia maya sekalipun:)

    Akhirnya kak falen bisa bikin aku curhat juga haha, thanks yaaa kak 🙂
    Salam .

  6. Hai.. kak Falen. aku pernah alami keadaan jatuh cinta sebelum bertemu bahkan dahsyatnya kita menjalani hubungan itu ampe 2 tahunan. ceritanya, sama aku dulunya anak warnet (meski aku cewe) aku juga doyan maen game online ( idol street) tapi ini pas aku masih SMP. awalnya aku yg duluan Add dia di Facebook. aku tau akunnya pas lihat dia chatt ama anak di sebelah (lupa siapa namanya) . karna aku lihat dari cara dia chatt, dia orangnya kocak abis, seru gitu (aku orangnya ga priyoritaskan rupa). awalnya sih ya buat temanan aja. kan dulu jamanya cari kawan sosmed sebanyak-banyaknya. singkat cerita dia terima permintaan pertemanan. dan dia langsung chatt aku. ya.. bersambut gitu deh. kita saling intro (bahasa kami dulu kenalan tanya-jwb identitas) ternyata aku dapat info kalo dia lagi study di Universitas Jakarta, dan asal daerahnya sama kaya saya Kalbar. Kita sering chatt bareng, dia minta no aku (sama kak falen ceritanya ampe kita bisa jadian) tapi bedanya dia sering curhat, dia punya cewe dan cewe itu khianatin dia (dengar ini aku masih biasa aja, karna di mine nya aku jangan jatuhkan hati dulu sama pacar orang) tapi ya aku sedih juga orang yg selama ini nemanin, dan bisa hibur aku sedih. ok, sampai disini. kita berlanjut. lama kelama tercipta rasa nyaman. ga tau kenapa tiba-tiba dia ngchatt dan bilang suka ama aku. awalnya aku ragu tapi aku merasa nyaman sayang klo karna dia nolak aku lalu hubungan kami jadi renggang. aku terima dengan alasan dia harus nembak aku pas pulang ke kalbar. haha… gelik aku ingatnya. sesampai di kalbar kita benaran ketemu. aku ga tau , intinya aku gemetaran dan lucunya kita ketemuan di warnet. iya.. aku kan anak warnet. 😀 . Dia benar, dan.. kita jalanin. pertemuan pertama kita habisin di warnet (dia liatin aku maen, dan aku biarin dia gitu aja) sampe dia minta balik. pertemuan ke-2 dia ngajak makan. itu masih di preiode kepulangan pertama dengan 2 kali pertemuan. sampai dia balik ke Jakarta lagi (aku ga ikut antar, karna masih sekolah) . kita berlanjut jalani hub orang LDR an gitu. berlanjut hingga aku masuk kelas 1 SMA disini udah mulai , namanya juga ABG labib lihat abang-abang kelas pada kece apalagi anak basketnya. suatu kemenangan. tapi sayangnya karna aku orangnya berpegang teguh ama kata setia jadi itu hanya sekedar kata Fans (iya mereka dah kaya artis). jujur waktu itu ada abang kelas ketua osis pula dekat ama aku tapi emang aku orangnya cuek karna setia tadi kali ya. oke ga panjang lebar sampai mungkin kita nemu di titik jenuh. seingat ku dia sibuk banget alasannya karna dia ikut organisasi. oke.. aku terima aku sabar banget nunggu balesan pesan dia sampai ketiduran dan itu bukan cuma 1 atau 2 kali, bisa di bilang keseringan. dan sampai pada titik aku kepoin , aku stulk wall nya dia. di situ aku berhenti scroll pas nemu ada komentar yg bikin aku sakit kebangatan. oh iya alasan aku stulking wall nya dia karna aku lihat ada yg berubah dari dia , dia jadi jarang hubungin aku, bahkan ampa 2 harian gitu. lanjut, aku langsung tanya dia, dan dia bilang itu ketua organisasinya, dia di jadikan kambing hitam untuk nutupin hubungan (gelap kali) antara ketua ama wakil. njjrr.. mentang-mentang aku bisa di bilang anak-anak seenak jidat dia boongin dan bodohnya aku percaya. sampai bats kesabaranku habis. di situ aku hack (namany juga ank warnet , aku punya teman hacker) akunya dia. pas aku lihat pesannya. di situ aku berhenti, dan di situ ending dari hubungan. maaf.. ga langsung aku end kan sih. karna aku terlanjur sayang jadi pikir ku , obatnya sakit hati ya jatuh cinta lagi. pikir jahat aku timbul “temuin yg baru dulu, baru lupain” . alhasil sampai di kelas 2 aku ikut organisai osis, aku jadi mentor. sampai akhirnya ada adek kelas yg lumayan asik juga , keren juga, aku terima. aku bukan endak setia ya pas aku terima ini anak. aku udah hentiin hubungan kami meski dia masih aja kaya ga bersalah terus hubungin aku. tapi akhirnya kita tetap putus kok 🙂 oke sampai disini, kalo kak falen tetarik ama ceritanya, akan aku detailkan lewat E-mail. kak falen bisa bales di E-mail aku jakurameekka@yahoo.com .twitter aku @me_ekka .

  7. ‘Sepasang Kekasih yang belum bertemu’ well, gue lagi ngejalanin hubungan kaya gini. Awalnya gue cuma iseng stalk isi timeline dia yang dipenuhi saja, karena sajaknya selalu pas sama apa yang gue rasain gue retweet retweetin deh itu sajak *sebelumnya kita emang udah saling follow.* Nggak lama dia nge Dm gue, kak. Dia nanyain pertanyaan yang menurut gue udah terlalu mainstream, seperti tinggal di mana, kelas berapa, namanya siapa, punya adik atau nggak dan lain sebagainya. Dan gue pun nanya balik, dia orang Surabaya, namanya Al *disamarin* dan dia kuliah di jogja ngambil jurusan farmasi, waktu SMA dia murid yang cerdas, pelajaran favoritnya matematika fisika dan kimia *yang jelas jelas beda banget sama gue*

    Dan dari situ dia minta pin gue, nomer gue, dan id line gue. Gue juga bingung kenapa bisa jadian, saat gue tanya ‘kamu yakin suka dan sayang sama aku walaupun kita belum pernah ketemu?’ dan dia pun bilang ‘Kamu tau kan cinta itu ga berwujud bisa tumbuh kapan aja, mungkin ini emang jalan kita.’ Dan kita pun sama sama bilang ‘yaudah jalanin aja’

    Kita jalanin dari pas puasa tahun ini sampai saat ini pun masih, kita video call via line, chat via bbm, dan telponan kalo dia ga sibuk kuliah. Sejauh ini seneng seneng aja, cuma gue mikir ‘mungkin kaya gini ya yang dirasain sama orang yang LDR’

    @Ivana_Reyhan

  8. Nama : Lena Mareta
    Twitter : @lena_mareta
    Email : lenamareta@yahoo.com
    Domisili : Bengkulu

    aku mengalaminya sekarang kak.. jadi gini awalnya, ayahku punya temen nih di jawa sana,, berhubung “pakde” (temennya ayahku) sering ke bengkulu ini ketempat iparnya yang dulu mantan bos tempat kerja ayahku jadi akrab gitu..akunya juga udah akrab kayak anak sama bapak gitu apalagi pakde ini orangnya asyik jiwa muda ..hehee… gak tahunya dia punya anak cowo..sebelumnya aku juga gak tau …dianya ini nge-add FBku aku gak tau dia tau darimana dia inbox duluan jadi ya aku tanya2 gitu akhirnya kami lanjut bbm-an .
    aku tanya ke dia kata dia, ayah dia sering cerita ttgku dan niatnya mo jodohin gitu,,,
    kami belum pernah ketemu tapi aku uda mengenal mamanya adiknya satu2nya neneknya bahkan sepupu2 dia cuma diasendiri yang belum pernah ketemu.
    ceritanya sih njelimet memang…awalnya aku cuek ke dia aku gak ngrespon, cuma sesekali aja aku blsnya kalau dia bm or sms gitu.. pokoknya gak respek banget deh..dianya selalu contact aku..karena aku juga punya pacar disini tp seiring berjalannya waktu hubunganku dengan pacarku mulai tidak baik …sering ribut…
    dan dianya selalu memberiku perhatian hingga curhat2 ttg mantanya begitu juga dengan aku yang cerita ttg pacarku itu.. … akhirnya kami telf2an, SMSan, FB an kirim2an foto ya gitu2 deh … kalau dari cerita dia sih ayah dan ibunya itu udah suka banget sama aku cuma aku yang direkomendasiin untuk jadi menantunya.. padahal dg pacar2 dia sebelumnya ortunya gak se welcome itu…bahkan tiap hari aku telfnan berenti tuh cuma waktu ishoma dan dia kerja aja pokoknya behhhh… so sweet … smpe tiap nelf itu mama, adeknya sama ayahnya dia ikutan nimbrung .. bahkan papanya bilang gini sama aku :”lena, titip calon cucu2ku yah” gitu…
    ya udah …akhirnya kami saling memiliki rasa sayang kami jadian…
    sudah berjalan 9 bulan ini…. tapi sekarang kebiasaan itu tinggal kenangan,… dia pergi tanpa alasan,,, menyakitiku…. dia pasang di DP BBM-nya dg perempuan … tanpa penjelasan… dia tak pernah hubungi aku lagi…dia cuma bilang bahwa kalau aku yakin dg dia, dia pasti kembali padaku…
    tapi rasa ini sudah terlalu dalam… tidak sesederhana itu..mungkin dia mulai lelah dg kesendiriannya disana tidak ada bahu untuk bersandar ketika dia lelah…. mungkin dia bosan… dan aku….. aku tak sanggup menyaksikan ini…
    aku menjalanii ini demi hubungan orang tua kali tetap baik tp aku terluka…. aku harus gimana ??
    aku menyayanginya…. 😥 tapi dia….

    mengapa Tuhan ciptain hati kalo hanya untuk dipatahin (magichour) 😥

  9. Well.. Gue juga pernah ngalamin kayak lu len, jadian tanpa ketemu hahaha. Tepatnya 2011 lalu. Dia adalah senior gue di kampus. Awalnya gue gatau dia senior gue, kita kenalan di facebook juga. Gue ngeadd dia karena mukanya mirip mantan gue dulu hahaha. Singkat cerita dia confirm friend request gue. Gue seneng dong dia confirm gue, eh tapi dia jutek abiss. Sangar. Ilfil dong gue, eh lucunya, kisah kita udah kayak ftv yang tadinya sebel-sebelan jadi suka-sukaan haha. Gue lupa gimana awalnya bisa deket tanpa sebel-sebelan tuh dan akhirnya intens lah kita komunikasi lalu tukeran hp. Sebenernya kita jadian awalnya karena cuma mau nolongin dia buat status di facebook aja dengan perjanjian pas dia balik lagi ke kota gue kita putus. Eh taunya kita awet setahun. hahaha *Oia, senior gue ini emang satu kampus, tapi gue jadian sm dia ketika dia lagi cuti dn ketika dia lagi di luar pulau, karena gue maba jadi gue sma dia sekalipun belum pernah ketemu*
    Sekiah ah curcolnya hahaha akun twit gue @ekapusp

  10. Well.. Gue juga pernah
    ngalamin kayak lu len, jadian
    tanpa ketemu hahaha.
    Tepatnya 2011 lalu. Dia adalah
    senior gue di kampus.
    Awalnya gue gatau dia senior
    gue, kita kenalan di facebook
    juga. Gue ngeadd dia karena
    mukanya mirip mantan gue
    dulu hahaha. Singkat cerita
    dia confirm friend request
    gue. Gue seneng dong dia
    confirm gue, eh tapi dia jutek
    abiss. Sangar. Ilfil dong gue,
    eh lucunya, kisah kita udah
    kayak ftv yang tadinya sebel-
    sebelan jadi suka-sukaan
    haha. Gue lupa gimana
    awalnya bisa deket tanpa
    sebel-sebelan tuh dan
    akhirnya intens lah kita
    komunikasi lalu tukeran hp.
    Sebenernya kita jadian
    awalnya karena cuma mau
    nolongin dia buat status di
    facebook aja dengan
    perjanjian pas dia balik lagi ke
    kota gue kita putus. Eh taunya
    kita awet setahun. hahaha
    *Oia, senior gue ini emang
    satu kampus, tapi gue jadian
    sm dia ketika dia lagi cuti dn
    ketika dia lagi di luar pulau,
    karena gue maba jadi gue sma
    dia sekalipun belum pernah
    ketemu*
    Sekiah ah curcolnya hahaha
    akun twit gue @ekapusp

  11. Kayaknya aku pernah, jadi gini dulu pas SMA aku itu masih gila-gilanya dengan hape. Nyari nomer acak buat aku sms in gitu (alesannya buat iseng..hehe). Kebetulan waktu itu aku maen ke rumah temen. Nah si temen ku ini sebut aja Ani dapet sms dari nomer yang gak dikenal. Akhirnya dia bales itu sms. Pas si punya nomer ngebales malah dia balik tanya. Lama banget bales-balesan ternyata eh ternyata adik sepupunya pinjam ponsel temennya buat sms Ani. Tapi salah sepupunya itu gak nyantumin keterangan kalo yang sms dia. Karena hobi ku masih belum hilang aku minta deh nomer itu. Aku coba goda. Eh..dia ngerespon. Sebut aja Aji. Posisi dia waktu itu masih PSG di daerah karawang. Sempet mau ketemuan sih pas uda kelar PSG. Tapi gak taunya malah aku yang harus berangkat PSG ke solo…hehehe..o iya lupa Aji ini kakak kelas ku tapi beda jurusan. Karena sering sms dan telponan akhirnya kita bisa jadian. Bisa dibilang jadian kita konyol. Jadian kita itu diawali sama guyonan gitu. Katanya mau gak jadi pacarku, tapi aku ini jelek & gak punya apa-apa. Aku sambil tertawa bilang “hahaha, mau” padahal aku gak niat bilang gitu. Terus aku bilang gini, aku sama loo gak cantik. Dia sambil tertawa bilang “gak masalah”. Entalah tiba-tiba semuanya ngalir padahal bisa dibilang bukan jadian tapi cuma guyonan. 1 bulan berlalu hubungan ini biasa-biasa aja sampai akhirnya kita putus gara-gara suatu sebab. Aku diputusin dengan sms yang sangat singkat, padat & jelas.Wuah, kaget juga sih tapi mau gimana lagi. Ketika punya jatah pulang ke rumah, aku nyempetin ketemuan sm dia dan itu pertemuan kita yang pertama pasca jadian dan putus. Kita jalan bareng sama gandengan tangan padahal bukan pacar…hihihi kalo inget kadang ketawa sendiri ku. Alhamdulillah sampai sekarang masih berhubungan baik dengan dia sebagai temen.

    @fitania09

  12. @rinicipta

    Kak Falen, mau ikutan curhat boleh ya? hehe..
    Aku pernah mengalami hal serupa dengan yang kakak alami. Tapi bedanya, aku udah pernah ketemu dengan dia, walaupun nggak kenal banget karena hanya pernah ketemu beberapa kali.
    Jaman akhir SMP nih kak, jadi kan saat itu baru banget bawa HP. Megangin HP mulu deh kerjaannya. Suatu saat, ada yang menghubungi aku dan bilang bahwa no hpku dia dapat dari tanteku. Dia bilang dia siapa dan ciri-cirinya seperti apa. Oke, aku bisa membayangkan dan memang sepertinya pernah ketemu dia juga. Sejak saat itu, dia sering sms dan telepon aku. Modus PDKT gitu deh, tapi karena masih polos ya aku nggak berpikiran kesana. Sampai akhirnya dia nembak! Sumpah, itu kejadian yang pertama kali aku alami. Permintaan menjadi pacar itu datang dari seseorang yang tidak terlalu ku kenal dan jarang ku temui. Jelaslah aku nolak, tapi dia kekeh berjuang hingga aku luluh juga. Kami backstreet, pacaran lewat HP aja selama kurang lebih 8 bulan.
    Nah, beberapa bulan sebelum putus itu dia ngegantungin aku. Katanya HPnya rusak dan masih dibenerin, jadi nggak bisa dihubungi. Kadang dia suka nyolong menghubungi aku, katanya lewat HP ortunya. Sekalinya dia menghubungi, aku seneng banget. Tapi pas lagi kangen-kangennya aku nggak berani ngontak dia karena takut ketahuan ortu dia. Begitu aja terus sampai dia memutuskan hubungan kami. Ternyata aku diputusin sepihak. Dia udah punya pacar, teman sekolahnya dia saat masih ngegantungin aku. Sedih, marah dan kecewa juga. Tapi aku nggak bisa apa-apa. Hubungan yang dimulai di telepon akhirnya berakhir dengan pesan singkat. Pengalaman LDR pertama yang ternyata cukup membekas

  13. Pernah. Tapi hanya sebatas menyukai dan tidak sampai menjalin hubungan yang lebih dekat, apalagi sampai pacaran—Saya kan perempuan, nggak mungkin mengajukan perkenalan atau nembak duluan 🙂 Awal ketemu-nya dulu di blog. Dunia maya memang serba ajaib ya. Bisa mempertemukan satu orang yang nggak dikenal terus jadi kenal atau malah bisa berhubungan lebih dekat. Bukankah di zaman sekarang apa saja menjadi mungkin? Kenal di media social, merasa nyaman dengan obrolan yang berlangsung, dan tumbuh benih-benih perasaan yang sulit untuk dijelaskan. Namun terasa membahagiakan. Namanya juga merasakan cinta dunia maya, jadi bisanya cuma ngerasain, liat foto-nya dan nggak bisa bicara langsung atau ketemu langsung.Singkat cerita nih, dia sering kasih komen di blog-ku. Namanya juga manusia, pasti selalu penasaran pengen tahu siapa sih ni orang? Jadi iseng-iseng cari tahu. Nah, jatuh cintanya dari situ. Ternyata dia blogger juga. Tulisan-tulisan di blog-nya keren (dia tipe cowok romantis) dan bikin saya jatuh cinta. Alahhh…sebegitu cepatnya saya suka sama dia.Suka stalking twitter-nya. Kalo kangen sama dia, cuma bisa lihat kicauannya di twitter. Kalo pengen liat orang-nya, cuma bisa buka foto-fotonya di instagram. Dan beruntungnya saya pernah nemu video yang dia upload di instagram, videonya waktu itu dia lagi nyanyi. Berasa jadi dia nyanyi buat saya. Entah kenapa waktu aku kangen dia, dan bilang ‘kok gk pernah muncul lagi ya?’ besoknya dia selalu kasih komen baru di blog saya. Kebetulan macam apa ini?Pernah nih saya nekat buat mention dia. Tapi kayaknya waktu itu saya setengah nggak sadar (Sableng gitu maksudnya) Kok berani-beraninya saya mention dia? Dapat mukjizat keberanian gitu dari mana ya? Dan waktu dia balas mention saya, ughh…jangan tanya senengnya kayak apa. Seneng banget lah pokoknya. Dan saat tiba-tiba dia menghilang bagai ditelan bumi (tidak ada postingan terbaru di twitter, instagram atau blog-nya bahkan nggak ada komen terbaru di postingan saya) rasanya saya kayak kehilangan semangat buat sekedar buka medsos. Galau banget rasanya nggak tau kabarnya. Haha, tapi ini cuma cerita cinta singkat saya dari dunia maya. @HikariMio

  14. lah bang kalo yang begini gue juga pernah tapi gimana ya kalo keinget kelakuan gue yang dulu tu bikin malu wkwkwk
    jadi gini nih gue punya temen fb anak bandung cakep banget bang anggep aja namanya “joko” nah gue sadar sih buat ngedapetin dia keknya gabisa banget dan akhirnya gue punya ide buat fb lagi tp ga pake foto gue tp pake foto model anak bandung juga gitu,ceritanya plagiat gitu bang /ADUH WAKTU ITU SAYA KHILAP BANG SERIUS
    terus aku add dah si”joko”, karna mungkin foto yg gue pake saking cantiknya dia langsung confirm abis itu ya ngajak kenalan gitu sampe minta nomor hp ya gue seneng bgt lah bang,ya gue sama dia saling tuker perhatian lah blm sampe pacaran sih,
    nah sampe suatu ketika dia ngajak ketemuan /nah ini gue bego bgt ngakunya anak bandung jg pdhl aslinya anak semarang-_-
    disitu gue makin banyak alesan bang eh makin kesini makin pingin bgt ketemuannya sampe nanyain alamat gue mau disamperin segala daannnn akhirnya gue pun nyerah gue ngaku bang karna gue jg mikir kasian dia udah gue begoin,pas dia tau kalo gue aslinya boong awalnya smpt marah tp terus dia pengen tahu aslinya gue kek gimana ya gue kasih fb asli gue yg ternyata emg udah temenan duluan,dan alhamdulillah sih sampe skrg masih tmnan tp cuma paling saling sapa “hai” ataugak nanyain kabar wkwk
    UDAH SEKIAN AJA BANG GUE JANGAN DIHINA HINA YA KAN UDAH KHILAP;_;
    @nisanesso

  15. Gue sekarang lg pacaran sm org yg gue kenal di sosmed dan dia ada di pulau sebrang. Ini adalah bulan ke 5 kita jadian. Kita sering bgt berantem , dan jujur di kampus banyak yg deketin gue , dan ada jg yg gue minatin buat dijadiin pacar. Tp gue gamau lakuin itu. Gue rasa cwo gue yg belum pernah gue pegang tangan nya itu bener2 sayang sm gue. Mungkin gue gila , semua org mandang gue bego percaya sm org yg blm pernah gue temuin. Tp ini pilihan gue , bertahan dengan org yg blm pernah gue temuin. Gue yakin ini semua takdir Tuhan agar kita tidak dekat dengan dosa , jadi Tuhan ingin kita ldr. Tp engga , gue yakin Tuhan bakal mendekatkan kita. Karena gue ga yakin bakal nemu org kyk dia. Dia yg merjuangin gue bgt. Dia yg banyak ngelakuin hal buat gue. Gue tau itu

  16. Aku juga pernah ngalamnin ini bang. Waktu itu baru putus sama pcar pertamaku yg notabennya senior. Hahaa trus berselang semingguan aku kenal sama doi, kenalnya pun gara2 doi sering nanya2 tntg pcarnya yg saat itu sekelas sm aku. Waktu itu doi dan pcarnya kan ldr beda pulau, trus pcarnya pun sering curhat ke aku tentang doi. Suatu hari si doi cerita tntg perubahan2 pcarnya yg semakin cuek sm doi, trus aku ceritain blablabla.. Lah bsoknya doi cerita lagi ktanya udah ptus sm pcarnya (temen klasku), trus temen kelasku juga crita hal sama. Setelah hbgannya sm tmen klasku itu selesai, komunikasi antara aku sm doi tetep jalan. Malahan doi minta nmr tlpon, jadi selain difacebook juga sering smsan sm telfonan. Sampai akhirnya doi ngungkapin perasaannya kalo doi udah ngerasa nyaman sm aku trus mau jadi pacar aku. Awalnya nolak sih, soalnya kan ga enak klo pcaran sm mantan temen kita sendiri, tpi doi ga nyerah buat perhatian sm aku. Doi tetep kekeuh nyakinin aku buat percaya sm doi klo doi tuh bener2 sayang aku. Jadi aku tersentuh dong bang, akhirnya aku terima soalnya doi orangnya romantis. Tapi hbganku sm doi cuma bertahan 2 minggu aja. Aku mutusin doi gara2 ketauan doi selingkuh, doi nembak cewek dichat facebook dan ngaku klo doi ga pnya pcar! Nyesek ga tuh.
    Hmmm.. Akhirnya aku minta maaf sama temen kelasku (mantannya doi) krna udah pcaran sm doi. Aku jelasin semuanya dan ternyata temenku ini udah tau kelakuan doi, makanya dia mutusin doi. Hahaa
    Tapi ga berhenti sampe disitu, selang beberapa bulan doi ngehubungin aku lagi dan minta balikan. Trus tau dong jawabanku apa?!… Aku nerima doi lagi, hahaa walaupun akhirnya putus juga dengan alasannya yang sama. Doi SELINGKUH! Sekian.

  17. Well, mungkin gue telat ya. tp lebih baik telat daripada gue ga nongol sama sekali.
    Sepasang kekasih yang belum pernah bertemu, ini terjadi sama gue.
    Sebelumnya, gue ceritain sedikit tentang gue ya.. Gue mahasiswi faculty of medic, tp passion gue di sastra. terlalu banyak hadir seminar sastra dibandingkan seminar kesehatan. gue hijab tp gue suka piknik, gue baperan akut, gue join (baca; jomblo ditinggal kawin) setelah 6tahun pacaran, cita-cita sederhana gue pengen ditembak di puncak gunung prau, dan gue suka hujan mau tau kenapa? karna tiap tetesnya selalu setia bercerita.
    ceritanya.. gue punya sahabat, cewe. dia kenalin gue sama adik bokapnya, yg kebetulan masih kuliah juga di PTS daerah yogyakarta. Gue invite di bbm, perkenalan gue bikin nama dia di kertas A4 sebut saja namanya Deva -Hey mas Deva- tulisan balok gue warnain pake pensil warna. niat bgt emang gue..
    Dia suka, dia bls bbm gue. bahkan dia perhatian ama gue, sering cerita apapun itu.
    Gue juga sama, kemana pun kita saling ngabarin. iya, kita sepasang kekasih.
    hobby yg sama, genre music yg sama, kebiasaan yg sama.. Etc lah.
    Dia ini.. hobby daki gunung yg menurut gue bikin dia lebih cool. sebulan setelahnya gue mudik dong ya, krn bulan ramadhan.. berhubung jaringan ind*sat di kampung gue bapuk, setiap telfonan harus sabar dan usaha nyari sinyal.
    dia masih deva nya gue, ketawanya, ceritanya, semuanya..
    di IG selalu rame, banyak tempat yg pengen dia datengin bareng gue.
    salah satunya, tidur beratapkan jutaan bintang di mt.prau.
    gue suka kangen dia, tp gue gapunya alasan setiap dia tanya kangen yg gimana? gue juga gabisa ngomong apa-apa setiap dia bilang dia kangen gue pengen ketemu.
    Yaa, inilah kita yg ada tapi gak nyata.
    libur selesai, ga terasa 3 bulan gue udah sama dia. gue balik ke jakarta, dia jarang bbm sms apalagi telfon. beda bgt, iseng gue stalking IGnya ternyata gue di block dan IGnya jd private.
    Bbm gue ga di R, padahal dia on ganti dp n pm..
    pathnya on, twitternya juga on.
    Finally hari ini dia ulangtahun, gue bbm dia dibales cm “Iya makasih” terus gue di Delcont.
    salah gue apaaaa?
    sampe akhirnya gue ngerti, ga semua cinta endingnya bahagia. dia dateng di waktu yg tepat, disaat gue ngerasa udah ga ada lg yang bisa di percaya dalam urusan cinta.

    Gue sedih tauu Leeen *nangis jungkir balik* ttd: gue yang suka hujan @Rennyryantiw

  18. Ini cerita kak fallen udah lama tapi seriusan aku baru tau sekarang karna tadi niatannya emang ngestalk blog kakak ini setelah dulu pernah ngebaca cerita paling baper yang nyelekit banget yang sesuai banget sama apa yang aku jalanin dan lupa judulnya tapi intinya ceritanya tentang cinta beda agama yang mana berakhir dengan ceweknya yang nikah dengan cowok lain. Cerita itu kakak tulis tahun lalu. Aku masih inget! Orang aku bacanya aja sambil nangis kok:v
    Nah jadi gini, cerita ini juga sesuai sama kisah aku sekarang. Dan juga kisah aku setahun lalu dengan kisah cinta beda agama itu. Iya kak, cerita cinta aku komplex. Sudahlah jauh kota dan belum ketemu, ehh ditambah beda agama pula. Dan itu berlangsung selama 2 tahun. Hampir 2 tahun.
    Jadi namanya Darka, kita kenalan juga lewat fb tuh. Kita sama-sama suka nulis dan akhirnya sama-sama jadi penulis di salah satu fanpage fb dan nulis pastinya buat artis yang kita idolain itu. Aku jatuh cinta sama dianitu gegara sifat dia. Nyebelin. Tapi ngangenin. Entahlah, tapi awalnya kami aktifnya di chat grup yg aku buat karna aku owner di fpnya itukan. Lama-lama ehh dia nge-personal chat gituu.. Alesannya dia gak bisa nulis karna dia mau fokus belajar buat UN. sebagai own yg baik aku jelas izinin dong. Tapi chat yg aku pikir berakhit di hari itu ternyata berlangsung lama dan panjang sampe ke besok, besok dan besok-besoknya. Dia bahkan masih suka nulis cerita di fp. Jadi sebenernya alesan dia UN dan bakalan jarang nulid itu kayak bullshit. Dan anehnya juga kami aktif banget chat fb tiap hari sambil becandaan dan bahas semua hal dari yang penting sampe gak pentingg.. Jadi alesan belajar UNnya dia fix boongan. Wkwkwk
    Nahh.. Aki suka dia gegara liat profil fbnya juga sih. Ganteng! Tapi akhirnya aku tau itu fotonya kao jirayu. Uuhhhmakk, sakit bangetlah pas tau itu. Dan otomatis aku langsung ninggalin dia tanpa alesan pas itu. Tapi anehnya, aku gak bisa. Aku kecarian. Dan bahkan tanpa dia aku jadi kayak orang aneh yang biasanya heboh trus akhirnya jadi pemurung. Entahlah, mungkin karena dia beda. Dan saat itu aku yakin kalo aku jatuh cinta. Dan untuk demua problem yg aku alamin, aku dateng lagi ke dia dan curhat semuanya. Tapi pastinya aku gak bakalan jujur tentang masalah kenapa aku ngerasa sedih banget. Iyalah banget, aku ditipu tampang. Walaupun bukan salah dia juga karna dia gak pernah bilang kalo foto profilnya itu mukanya dia. Saat aku curhatin masalah aku, dia ngedengerin aku dengan baik. Eh salah, maksudnya ngebacain chat aku dengan baik dan ngasih solusi. Dengan cara dia pastinya. Cara dia yang nyebelin yang suka ngatain aku pe’ak tapi justru itu yang buat aku sayang dia. Dia beda. Gak suka bagus-bagusin aku. Taunya ngejelek-jelekin. Dan lagi-lagi chat kami berhenti. Aku ini odangnya gak enakan. Jadi aku stop chat sama dia pas dia udah deket banget sama masa UN. yah iya, patah lagi hati. Kecarian lagi. Tapi aku juga gak mau ganggu waktu belajarnya dia.
    Well, persis setelah UN, dia datengin aku. Datengin via chat pastinya. Dan saat itu posisinya dia mau curhat. Hal yang ngagetin karna biasanya juga aku yang curhat kedia. Dan memang posisi waktu itu aku girang-segirangnya. Karna memang kangen banget jugakan. Hal yang buat napas aku hampir berhenti adalah pas dia bilang, “tapi sebelum aku cerita, aku mau nanya sama kamu, kamu gak penasaran ya sama wajah asli aku?” BUK! gw bingung. Gw penasaran. Asli! Tapi gw terlanjur takut kalo mika dia ifu jelek, butek, item, gendut, atau bahkan om om idung belang! Ya setidaknya itulah yang selalu gw takutin. (Bahasanya berubah ke gw-gw-an tanpa sadar ni. Males apus jadinya lanjut aja yak kakkk:v). Dan pas chat sama dia juga gw udah nutup diri gw buat jadiin dia temen curhat yang bakalan nenangin gw. Gak lebih walopun gw tau kalo hati gw udah direbut dia duluan tanpa gw tau siapa dia. Yaudah, dengan napas seadanya ditambah ketakutan akan bentuk fisik dia yang kayak gw ceritain tadi, gw jawab aja pertanyaannya dengan bilang, “penasaran sih. Tapi kalo aku ufah nyaman ya nyaman aja. Tanpa aku tau siapa kamu, aku udah nyaman duluan”. Yak begitulah gw balesnya. Dannnn… Gw menutup kepala gw pake bantal takut-takut kalo benfuk fiaik yang gw bayangin itu kejadian sampe akhirnya ternyata nggak! Dia ganteng beneran. Kayak yg biasa dia bilang pas gw gak tay mukanya. ahahahahahha!!! Dan, akhirnya hubungan chat kita berlangsung hingga hari ini. Tapu kali ini udah pindah ke bbm-an dimana yg nge-invite juga temen gw pake hp gw. Yang dia tau pin darka dari twitternya yang kagak bedani gw follow karna gw segan. Di protect-in pula. Tapi gw tau kok, isinya sebagian tentang cinta dua ke gww.. Asek!
    Well, dia makin ganteng. Gw yakin yg suka dia banyaakk.. Dan gw bingung kenaoa dia setia sama gw tanpa ngelirik yg lain. Satu hal terbodoh yg pernah gw lakuin adalah saat dimana gw ninggalin dia dengan pesan buat suruh dia cari pacar. Entahlah, saat itu gw bodoh banget:'( gw stress. Gw gak akan bisa kuloah ditempat dia kuliah yang memang jadi universitas yg gw pengenin. USU. Karna ortu gw gak ngizinin dan ditambah kenyataan lain yang payah buat gw ceritain. Saat gw ninggalin dia, dia beneran nurutin pesan gw. Dia pacaran. Saat itu hancur hati gw. Hati gw beneran cukup ancur pas ninggalin dia dimana hampur tiap hari gw nangis kehilangan kek orang gila ditambah kenyataan dia jadian. Oh God! Serem banget. Tapi akhirnya gw tau kalo sama cewek itu dia pacarannya cuma pura-pura dan cuma seminggu. Yang malah akhirnya gw tau juga kalo pas waktu dia i cerita kak fallen udah lama tapi seriusan aku baru tau sekarang karna tadi niatannya emang ngestalk blog kakak ini setelah dulu pernah ngebaca cerita paling baper yang nyelekit banget yang sesuai banget sama apa yang aku jalanin dan lupa judulnya tapi intinya ceritanya tentang cinta beda agama yang mana berakhir dengan ceweknya yang nikah dengan cowok lain. Cerita itu kakak tulis tahun lalu. Aku masih inget! Orang aku bacanya aja sambil nangis kok:v
    Nah jadi gini, cerita ini juga sesuai sama kisah aku sekarang. Dan juga kisah aku setahun lalu dengan kisah cinta beda agama itu juga. Bhak! Gitu.. Intinya kita lanjut sampe sekarang. Gw cinta dia:v

    • aku pernah mengalami LDR yg belum pernag bertemu selama 6 tahun, cinta terjalin begitu saja sampai mendalam. Selama hubungan itu aku percaya dia setia. Kita banyak mengalami konflik karena curiga dan salah faham. Pada akhirnya kedua orangtua kita masing-masing tidak merestui. beberapa hari yang lalu hubungan itu berakhir namun karena rasa sayang itu sudah terlalu dalam. aku tetap menyayanginya.

  19. aku pernah mengalami LDR tanpa pernah bertemu selama 6 tahun. aku dan dia berkomunikasi melalui fb, telepon, dan sms. Cinta terjalin begitu saja dan sudah sangat dalam. Konflik sering terjadi karena rasa curiga dan banyak kesalahfahaman. Beberapa hari yang lalu, aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan karena tidak mendapat restu baik dari oragtuaku dan juga orangtuanya. Meskipun sampai detik ini aku masih sangat menyayanginya. Karena rasa sayang itu akan tumbuh karena kenyamanan, bukan pertemuan. untuk kamu yg jauh disana. Semoga kamu selalu bahagia. Kenangan yg kita jalin akan aku simpan dan aku kenang.

  20. kita tetanggaan udah 5 taun. namanya ruby. kita ga saling kenal cuma gue tau dia sekedar tau aja dari SMP dan kita juga satu SMA ternyata. setelah lulus SMA dua taun ga sengaja suka like an status di fb. awalnya inbox biasa trus dia tau tau bilang suka ke gue. awalnya gue ragu tapi setelah di pikir ga ada salahnya buka hati buat dia. jadiin dia temen bicara dan pendengar yg baik. kita pacaran dua bulan dan belum ketemu sama sekali. lalu gue putusin dia. ga tahan dengan hubungan yg gitu aja padahal rumah kita ga jauh banget. sempet putus nyambung dan akhirnya bener bener ga nyambung lagi sampe sekarang

  21. Gw jg ngrasain itu LDR skrg. Gw jalanin hbungn gw dari tnggl 18oktober hingga sekarang. Dan sampai saat ini pun gw gk pernh ktmu sma dia. Nmanya andika dan skrg dia kuliah di UGM jogjakarta. Itu pun katanya, gk tau kenyataanya gimana. Dari awal menjalin hbungan sih sama” hanya ingin bermain” tapi gk tau kenapa lama kelamaan aq dan dia bisa terjebak dgn permainan sendiri.. jalanin hubungan itu sampai sekarang bukn berarti tidak pernh mengalami masalah. Bahkan hampir stiap saat dilanda masalah. Nth itu dia ketahuan selingkuh lah. Ataw seringkali saat dia beralasan saat aq ajak ktmu. Sekali dua x dia menolak untuk bertemu ok lah alasan dia sibuk kuliah lah. Jauh lah.. memang sih jarak antara aq dan dia memang sangat memisahkan. Aq tinggal dilampung dan dia tinggal di jogjakarta. Kalau memang alasan dia dia tidak punya banyak waktu untuk bertemu aq.dulu aq pernh sampai bela”in pergi kejakarta waktu dia bilang saat itu dia msh dijakarta. Tapi ada saja alasanya. Tau kan sakitnya gimna saat kita tau kita hanya dbohongi org yg kita sayang. Jujur aq udah ngerasa terjebak banget sma smua rasa itu. Ingin prgi menjauh darinya tapi masih sayang dan sudah sangat terbiasa akan hadirnya dalam hari” ku. Dan dia pun tak ingin jika aq harus mengahiri hubungan kami. Kadang bingung knpa bisa mencintai se”org sampai segitu dalamnya mlbihi mencintai se”org yg nyata ada didepan mata.. gak tau hubungan ini gimana ahirnya tapi saat ini aq pun blmsanggup untuk melepSnya wlaw smua itu sakit
    . memang benar cinta itu buta dan bisa membutakan segalanya….

  22. Pernah ngejalanin hubungan seperti itu ” mencintai seseorang tapi belum pernah ketemu” dan hubungan itu bertahan sekitar 3.5 tahun.. dan berakhirnya juga karena kita samasama tidak mau bersabar menunggu waktu mempertemukan kita.. padahal kita satu kampung 😦

  23. Gue ga mau ketinggalan juga, pernah ngalami sampai saat ini masih berlanjut sudah hampir satu tahun pernah ada sedikit komplik juga dimasa hubungan ini.
    Sempat berpikir apa bisa berakhir nikah sama dia atau berakhir dia menikah duluan dengan orang lain,tapi semua kutepis karena faktor sudah begitu sukanya sama dia,ya dijalani aja siapa tau karena keyakinan bisa jadi jodoh
    Awal cerita gue kenal doi disalah satu sosmed dia itu abdi negara sudah pasti susah liburnya,cutipun sedikit,kita beda kota yg cukup jauh,gue merasa nyaman ,nyambung dan asyik dengannya kita gak sering teleponan paling chat,telepon sekali sekali vidio call,dan telpon suara. Lama lama timbul kebosanan gue hubungan model gini,habis sudah lama belum ketemu juga.
    Pernah gue tanya dia seperti itu sampai kapan begini terus gara gara loo gue jatuh cinta hahaha lucukan belum ketemu udah mabuk asmara, pernah tanpa malu gue bilang itulah cinta aneh bin misterius,dia jawab kamu kemari kalau kangen soalnya aku sibuk lama bisa libur untuk ketemuan.
    Yang jadi masalah apa baik cewe nyamperin cowo kekota lain hanya untuk memastikan cinta dan seriuskah dia pada kita,sebab gue sudah tetlanjur suka dia yang nyaman dll tapi apa menjamin setelah kita bertemu seseorang yg tidak kita kenal secara nyata baik,aman dan serius dengan kita setelah pertemuaan itu.
    Sebab begini guekan cewe masak harus jauh jauh kesana nyamperin cowo untuk terjalinnya hubungan pasti,guenya takut akan kenyataan yg menyesal makanya agak ragu ragu walaupun sudah terlanjur sayang

  24. #Sepasang Kekasih yang belum bertemu well Gua, sekarang lagi rasain hal itu bang. Tapi ga selamanya bang pertemuan itu alasan untuk pergi atau tinggal. Saat ini gua masi nunggu seseorang yang cuma bisa gua raba dirinya dalam imajinasi tanpa prolog diawal. Sebut saja itu “Rindu yang asing” sesuatu yang sangat gua rindu tanpa pernah gua tau dirinya seperti apa. Jika dia maya ku semogakan nanti dia nyata, Pertemuan emang penting bang tapi buat gua, gua lebih suka bang dengar cerita dia, keluh kesah dia sama dirinya pekerjaannya, gua suka dengar dia ketawa bang gua rasa itu bahagia tanpa skrip. Jadi penikmat tanpa harus melihat, menjudikan perasaan ku padanya pada harapan yang blm pasti untuk ku itu bukan masalah. Dengan berimajinasi tentang dirinya dia sudah melipat gandakan bahagia di hidupku, mungkin kita belum bertemu tp gua percaya aja bang Tuhan pasti menyegerakan kami untuk bertemu Tuhan sedang menyiapkan kejutan kejutan indah buat gua dan dia. Jika nanti kami berpisah sebelum kami bertemu, gua uda berikan hal terbaik di diri gua buat dia:))

  25. Sekarang aku lagi jalani hubungan yang seperti ini..

    Dan yang paling bikin saya jadi orang yang aneh
    Saat doi minta a kissed
    Haha hanya ciuman semu tpi di blas juga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s