Mungkin Di Lain Hari

Terkadang aku ingin berdoa seraya menangis kencang dalam kebisuan pada malam-malam lalu. Memperlihatkan kelemahanku pada Tuhan bahwa tidak semua lelaki dapat menahan kerinduan terhadap perempuannya.

Entah kapan kita pernah berjanji untuk bertemu, setelah sekian lama aku menabung pundi-pundi rindu yang kusimpan di dalam dadaku yang kian meringkih akibat harapanku sendiri dari waktu ke waktu.

Namun sayangnya penantian tak pernah sederhana, dan sayangnya penantian tak selalu menghasilkan temu. Kau tau? Aku selalu menghargai waktu dengan tidak membahasnya saat bersamamu. Kau tau? Setiap pertemuan adalah bom waktu menuju perpisahan hingga tiba saatnya entah dengan alasan apa di ujung jalan kita melepas genggaman.

Kau tau?

Tak ada yang benar-benar selamat dalam ucapan selamat tinggal.

Mungkin di lain hari kita akan bertemu kembali. Aku ingin melihat siapa di antara kita yang senyumnya paling bahagia.

Bersiaplah, bila suatu hari waktu itu tiba.

Kita berdua sama-sama hilang.

Advertisements

2 thoughts on “Mungkin Di Lain Hari

  1. ” Mungkin di lain hari kita akan bertemu kembali. Aku ingin melihat siapa di antara kita yang senyumnya paling bahagia.”
    itu bang serangkaian kata yg buat air mata menetes dimalam ini *hehe. bang falen sukses terus yaakkkk. jempoolll deh :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s