Akibat Lupa

Ada satu hal yang kulupa saat ini.
Entah itu hal apa, aku benar-benar lupa.
Tapi aku terus mencoba mengingatnya hingga kepalaku terasa sakit.
Ah, aku benar-benar lupa.

Sebentar.

Tidakkah kau rasa indah saat kau jatuh cinta untuk pertama kalinya.
Lalu kau merasakan pedih untuk kali pertama saat pengakuanmu tidak diterima.

Sepertinya, yang aku lupa adalah kedua hal itu.

Sebab, luka sibuk menyembuhkan tubuhnya.
Sebab, malam tak lebih dari  perihal bunyi rengekan rindu, atau lirih nikmat orang yang sedang bersenggama.
Sebab, senja selalu tentang indahnya pemandangan cakrawala.
Sebab, penyair kadang lupa bahwa sajaknya menginginkan makna.
Sebab, entahlah setiap sebab pasti ada akibatnya.

Sebab…, sudahlah, sepertinya aku benar-benar lupa ingin mengingat apa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s