Jam Tangan Jahil.

Pukul tujuh lewat tujuh belas menit.
Jarum jam tangan yang kukenakan lari terbirit-birit.
“Ke arah kanan-ke arah kanan”, teriaknya heboh sendiri.
“Jangan biarkan waktu untuk ke kiri, sebab itu menjebakmu.”

Jam tangan yang kukenakan suka jahil.
Kadang dia berjalan lambat, lambat sekali.
Rasanya ingin kupensiunkan dia, dan menggantinya.
Tapi ini jam kesayanganku.

Jam tangan yang kukenakan suka jahil.
Pernah dia tiba-tiba mati sendiri.
Padahal dia tidak merokok, dan tidak punya riwayat sakit jantung.
Aneh memang, cuma jam tangan tangan saja banyak tingkahnya.

Jam tangan yang kukenakan suka jahil.
Dia gemar memeluk erat pergelangan tanganku
Saking eratnya, dia mengingatkanku padamu.
Dulu kau genggam memelukku erat.

Jam tangan yang kukenakan suka jahil.
Sesekali dia mengingatkanku akan pesanmu dulu.
Sebuah pesan yang masih kuingat hingga kini.
“Tolong rawat jam ini baik-baik.”

Dasar jam tangan jahil, sini gantian kau kupeluk!

***

Advertisements

One thought on “Jam Tangan Jahil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s