Percakapan Tengah Malam

Image

Aku mulai menulis kalimat ini tepat pada pukul 2:22 pagi. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh pikiranku sepagi ini, isi kepalaku hanya kamu, kamu, dan kamu lagi. Kurasa barisan tombol huruf laptop-ku sudah sangat bosan dan jengah karena tombol huruf K, A, M, dan U, sudah terlalu sering kupencet. Karena nantinya kata ‘kamu’ akan kupasangkan pada sebait puisi atau sajak, yang bertemakan tentangmu, tentunya.

Mungkin aku sedang didatangi rindu (lagi).

*Ada pesan Blackberry Mesenger masuk*

“Kamu lagi apa? Kok belum tidur?”

“Lagi lanjutin baca novel, sebetar lagi aku tidur kok.”

“Sebentar laginya kapan?”

“Ya seselesainya, sayang. Kamu tidur duluan aja gih.”

Hmm…, yaudah deh, Aku tidur duluan ya, sayang.”

“Iya, selamat tidur sayang, jangan sampai nggak mimpiin aku, yah.”

Sepuluh menit kemudian telepon Blackberry-ku bergetar beberapa kali tanda ada panggilan masuk

“Halo, kenapa sayang? Kok kamu belum tidur?”

“…”

“Halo? Kamu kenapa? Ada apa sayang?”

“Aku…, kangen…”

“Kamu…, yaudah besok ketemu yah, di tempat biasa. Tapi syaratnya bikinin aku omelette dulu.”

“Yeay! Oke siap bos, I love you!”

“I love you too, Weeek! Dasar jelek!”

Maaf, aku sedang sangat merindukan percakapan itu.

Aku merindukanmu.

Advertisements

3 thoughts on “Percakapan Tengah Malam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s