Langit Mendung yang Cerah Kembali

Kulihat awan kelabu bergerak ke selatan

Payung-payung hitam mulai berjejer untuk berkabung
Tak ada warna selain abu-abu, hanya harapan ingin cerah
Harapan-harapan yang mulai patah.

Burung-burung bermigrasi menuju sarangnya di utara
Melindungi sayap mereka dari basah hujan kesedihan di pohon kenari
Senja tak jadi jingga, matahari enggan menerangi pada situasi ini
Langit mendung, langit berkabung.

“Kabar buruk!”, teriak angin yang melarikan diri ke barat daya
Ia tak ingin terombang badai nestapa dari amuk semesta
Aku menengadah, lalu bertanya, β€œini kehilangan milik siapa?”
Tak ada jawabnya, sang hampa pun enggan menujukkan wujudnya.

Bulir-bulir hujan mulai turun, saling mendahului sampai ke timur bumi
Anak-anak kecil melepas sandalnya menuju taman ketika senja tiba
Mereka menari di kecipak genangan, menghibur langit
Bumi merayu matahari untuk menerangi, agar langit menjingga.

“Ah, langit cerah kembali”, kataku dalam hati sambil melihat ke atas
Awan putih menyembul di sela-sela mendung yang mulai mencerah
Harapan-harapan patah tersambung kembali
Ada yang mengucap amin dengan suara samar, entah siapa.

Seketika, langit tersenyum lagi.

Advertisements

2 thoughts on “Langit Mendung yang Cerah Kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s